PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia berkolaborasi dengan NU CARE-LAZISNU menggelar program “NU Care Cerdas: Literasi Keuangan - Gen Z & Perempuan Muda Berdaya”, Jumat (13/2). (Novia/JawaPos.com)
JawaPos.com - Fenomena gaya hidup konsumtif dan jeratan pinjaman online (pinjol) di kalangan anak muda, menjadi perhatian banyak pihak. Kondisi ini bahkan berujung pada keretakan rumah tangga akibat beban utang.
Berangkat dari keresahan tersebut, PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia berkolaborasi dengan NU CARE-LAZISNU menggelar program “NU Care Cerdas: Literasi Keuangan - Gen Z & Perempuan Muda Berdaya” pada Jumat(13/2).
Kegiatan yang berlangsung di Surabaya ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi generasi muda. Peserta didorong tidak hanya mampu menghasilkan uang, tetapi juga cerdas mengelola keuangan demi masa depan berkelanjutan.
Area Sales Head Surabaya PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Samuel Nugroho, menyoroti tantangan nyata yang dihadapi Gen Z. Ia prihatin terhadap pola pengeluaran impulsif tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Samuel mencontohkan kebiasaan membeli kopi seharga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Jika dilakukan dua hingga tiga kali sehari, pengeluaran kecil itu dapat terakumulasi dan memengaruhi kondisi finansial.
Menurutnya, literasi keuangan krusial karena pendapatan saja tidak cukup. Tanpa perlindungan terhadap risiko internal maupun eksternal, stabilitas ekonomi keluarga tetap rentan terganggu.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2022 menunjukkan tingkat literasi keuangan Jawa Timur mencapai 55,33 persen, di atas rata-rata nasional 49,68 persen. Namun, praktik perlindungan finansial belum sejalan.
Penetrasi asuransi nasional diproyeksikan sekitar 2,7 persen dari PDB pada 2025. Angka ini menunjukkan kesenjangan antara pemahaman teori keuangan dan penerapan nyata perlindungan finansial.
Samuel menegaskan fokus program adalah membangun keamanan keuangan keluarga atau financial security. Edukasi ini tidak semata membahas asuransi, melainkan perencanaan jangka panjang dan pembangunan warisan keluarga.
Wakil Ketua NU CARE-LAZISNU PWNU Jatim, Muhammad Sueb, turut menyoroti realitas di lapangan. Ia menyebut banyak mahasiswa terjerat pinjol hingga memicu persoalan serius dalam rumah tangga.
Menurut Sueb, kurangnya literasi membuat masyarakat mudah terjebak utang berbasis online maupun investasi bodong. Karena itu, edukasi komprehensif diperlukan agar masyarakat lebih waspada dan bijak.
Tokio Marine Life tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga menghadirkan ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas. Program ini membuka peluang penghasilan tambahan dengan waktu fleksibel bagi generasi muda.
Surabaya dipilih sebagai lokasi strategis karena memiliki sekitar 150 ribu UMKM pada 2024. Dinamika kewirausahaan yang tinggi dinilai relevan untuk memperluas literasi keuangan yang aplikatif.
Kolaborasi Tokio Marine Life dan NU CARE-LAZISNU telah berjalan selama setahun. Berbagai inisiatif sosial digelar, mulai penanaman pohon produktif hingga pemberian beasiswa santri.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
