Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Desember 2025, 17.32 WIB

Nasib Kembang Desa yang Terkena Pelet Dendam, Mendadak Gila setelah Bekas Ludah Dibawa ke Dukun

ILUSTRASI: Gadis desa mendadak gila. (Generate dari AI)

ARNI (nama samaran), gadis tercantik di salah satu desa di Kabupaten Malang, mendadak kehilangan kewarasan setelah seorang pemuda yang ditolaknya membawa ludahnya ke dukun dan menjampinya menjadi pelet dendam

Di desa, nama Arni di­ucap­kan lebih pe­lan dari bi­si­kan angin. Padahal dulu, gadis berkulit kuning langsat itu adalah kembang desa yang mem­buat banyak pemuda jatuh hati. Senyumnya yang re­nya­h dan sikapnya yang ra­m­ah menjadi alasan warga merasa sayang kepadanya. 

“Arni itu dulu anak baik, halus, sopan. Biasanya kalau lewat rumah, pasti nyapa saya,” tutur Tatik, tetangga lama Arni.

Namun, hidup Arni berubah hanya karena dia meludah ke tanah. Ludah yang rupanya menjadi bahan pelet yang menghancurkan hidupnya. 

Penolakan Cinta

Kisah ini terjadi sembilan tahun lalu. Bermula dari sosok Maji, pemuda dari desa tetangga yang menaruh hati pada Arni. Berulang kali dia mencoba mendekati, berulang kali pula Arni menolak. 

Hingga suatu sore, pe­no­lakan itu memuncak. Arni yang sudah lelah diganggu mem­bentak Maji di depan warga yang kebetulan melintas. “Kamu jangan ganggu aku lagi!” teriaknya. 

Sebelum pergi, Arni me­lu­dah ke tanah di depan Maji, sebuah simbol peng­hi­naan yang tak sengaja, namun cukup untuk me­re­ta­kkan kewarasan pe­muda itu. “Setelah diludahi itu, eks­pre­sinya pucat. Tapi dia diam saja. Warga pada tahu itu menyentuh harga di­ri­nya,” kata Tatik.

Dijampi-Jampi

Keesokan harinya, Maji terlihat berjalan menuju tempat tinggal seorang dukun yang terkenal bisa mengubah nasib orang. Menurut warga, Maji membawa bungkusan kecil berisi bekas ludah Arni yang dia serok dengan sapu lidi dan kain. 

“Ada yang lihat dia jongkok ngambil sesuatu di tanah bekas cekcok itu. Orang sini ya tahulah itu bekas ludah Arni,” ujar Tatik. 

Di hadapan sang dukun, bekas ludah itu dijampi, dimantrai, dan diproses dalam ritual yang dipercaya sebagai pelet gila. Pelet jenis ini, menurut warga, digunakan bukan untuk men­da­patkan cinta, melainkan untuk meng­ha­ncurkannya. 

“Maji sudah terlanjur sakit hati. Dendamnya sudah kesumat. Dia tidak berpikir lagi bagaimana Arni jatuh cinta kepadanya. Tetapi, dia ingin membalas dendam,” lanjut Tatik. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore