Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 04.33 WIB

Jalan Panjang Marsinah Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, SPSI Jatim: Ini Kemenangan Moral Pekerja!

Adik Marsinah, Wijiati (54), mencium foto sang kakak seusai agenda Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Marsinah di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (ANTARA/Andi Firdaus) - Image

Adik Marsinah, Wijiati (54), mencium foto sang kakak seusai agenda Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Marsinah di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)

JawaPos.com-Setelah 32 tahun berlalu sejak wafatnya Marsinah, buruh perempuan asal Nganjuk itu akhirnya resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Pengumuman itu disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Senin (10/11).

Penetapan ini disambut penuh haru oleh para pekerja di Jawa Timur. Ketua SPSI Jatim, Ahmad Fauzi, menyebut momentum ini sebagai kemenangan moral bagi seluruh buruh Indonesia. “Bagi kami, ini bukan sekadar gelar. Ini pengakuan negara atas keberanian seorang buruh perempuan yang memperjuangkan keadilan tanpa rasa takut,” ujarnya.

Marsinah selama ini dikenal sebagai simbol perjuangan buruh dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Ia bekerja di pabrik arloji di Sidoarjo dan vokal memperjuangkan hak-hak pekerja di lingkungannya. Keteguhannya bertahan meskipun menghadapi intimidasi, membuat namanya terus hidup dalam ingatan kolektif gerakan buruh.

Fauzi menegaskan bahwa semangat Marsinah akan terus menjadi inspirasi bagi pekerja di Jawa Timur. Namun, ia menekankan bahwa perjuangan buruh hari ini tidak boleh mengorbankan keberlangsungan dunia usaha.

“Kita terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja, tapi tetap harus selaras dengan kebutuhan industri. Keadilan sosial harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Selain Marsinah, dua tokoh besar asal Jawa Timur, yaitu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan—juga menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai Marsinah sebagai representasi keteguhan perempuan Jatim dalam memperjuangkan kebenaran. “Marsinah mengajarkan kepada kita bahwa keberanian tidak mengenal jabatan. Suara seorang buruh pun dapat menggerakkan banyak hati,” ujarnya.

Penetapan ini menutup penantian panjang selama tiga dekade dan mengukuhkan Marsinah sebagai bagian dari sejarah perjuangan keadilan di Indonesia. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore