Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Februari 2026, 01.04 WIB

Usai Jadi Polemik, Agrinas Manut Pemerintah dan DPR Tunda Impor Mobil Pickup dari India

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa. (Dok. pontianak post)

JawaPos.com – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menegaskan sikap patuh terhadap keputusan pemerintah dan DPR terkait rencana impor mobil pickup dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Direktur Utama Agrinas Pangan, Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan siap mengikuti seluruh keputusan negara, termasuk jika impor tersebut resmi ditunda.

“Apapun keputusan negara, keputusan DPR, itu adalah suara rakyat dan wakil rakyat. Saya sebagai Direktur BUMN, saya akan taat, saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara. Apabila itu memang untuk kepentingan rakyat,” kata Joao kepada awak media di Kantornya, dikutip Jumat (27/2).

Ia menegaskan, sebagai pimpinan BUMN, dirinya tidak akan ragu mengambil tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari keputusan tersebut. Bahkan jika langkah penundaan impor menimbulkan persoalan hukum atau gugatan dari pihak pemasok.

“Tanpa sedikitpun saya ragu-ragu, kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier, itulah tanggung jawab saya dan saya ambil tanggung jawab itu dan segala konsekuensinya akan saya tanggung,” tambahnya.

Terkait unit pickup yang dikabarkan sudah sampai, Joao memastikan pihaknya tetap menunggu arahan resmi dari pemerintah dan DPR.

Menurutnya, apabila pemerintah memutuskan kendaraan tersebut tidak boleh digunakan, maka Agrinas tidak akan mengoperasikannya.

“Tindak lanjut unit yang sudah sampai, tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR. Di mana mereka melakukan pekerjaan rakyat,” ujar Joao.

“Jadi kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai. Jadi apapun risikonya, itu konsekuensi yang harus saya ambil dan saya harus berdiri di depan bertanggung jawab terhadap langkah saya ini,” tukasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor 105.000 unit mobil pikap atau pick up dari India untuk operasional koperasi desa (Kopdes) Merah Putih.

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” ujar Dasco.

Menurut Dasco, penundaan tersebut sebaiknya dilakukan sampai ada pembahasan lebih detail soal rencana tersebut bersama Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Harian Partai Gerindra itu pun meyakini bahwa Prabowo nantinya juga akan meminta berbagai masukan dari pelaku usaha dalam negeri, sekaligus memperhitungkan kesiapan industri tanah air.

"Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” tandas Dasco.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore