
Penulis dan pakar asal Amerika Serikat, Patrick McGinnis. (Istimewa)
JawaPos.com - Penulis dan pakar asal Amerika Serikat, Patrick McGinnis mengungkap terjadi ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi global di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kondisi ini mempengaruhi terbentuknya FOMO (fear of missing out) dan FOBO (fear of better options).
Hal itu ia sampaikan di sela World Governments Summit 2026 di Dubai. Menurut McGinnis, situasi penuh ketidakpastian justru menjadi pemicu utama kedua bias psikologis tersebut.
“Di saat ketegangan meningkat, FOMO dan FOBO tumbuh subur. Orang termasuk pemerintah dan pelaku usaha merasa harus cepat mengambil keputusan, tapi sering mengorbankan kebijaksanaan,” ujarnya.
Melihat fenomena ini, McGinnis menyarankan agar Indonesia bersabar dalam pengambilan keputusan. Dalam kondisi ini, negara sebaiknya tidak mengikuti tren dan bereaksi dengan tergesa-gesa.
“Jangan hanya meniru apa yang dilakukan negara lain. Ambil posisi berdasarkan nilai dan kebutuhan sendiri,” jelasnya.
Dia menilai, FOBO bisa menjadi penghambat. Oleh karena itu, butuh pemikiran dinamis agar kondisi ini bisa ditangani.
“Ada dorongan untuk mencari solusi sempurna. Padahal ketidakpastian berarti tak ada kebijakan yang sempurna. Yang penting adalah membuat keputusan yang baik untuk sekarang, tapi cukup fleksibel untuk diperbarui ketika data baru muncul," jelasnya.
Sementara, tentang globalisasi dan perubahan rantai pasok dunia, McGinnis menegaskan perlunya Indonesia keluar dari zona ketakutan dalam menentukan sikap strategis. Dengan begitu, negara mampu membuat kebijakan nasional yang lebih rasional.
“Ketika kita keluar dari ruang ketakutan dan masuk ke ruang percaya diri, keputusan jadi lebih rasional. Indonesia punya banyak keunggulan. Ingat apa kekuatan Anda, lalu tentukan ke mana Anda ingin pergi,” ungkapnya.
Dalam masa disrupsi geopolitik, para pembuat kebijakan juga rentan terjebak FOMO, terutama ketika negara lain bergerak cepat mengadopsi inovasi tertentu.
“Ketika FOMO mengambil alih, pembuat kebijakan bisa menciptakan aturan berdasarkan harapan dan mimpi, bukan fakta. Bahkan bisa meniru kebijakan negara lain yang sebenarnya tidak cocok,” tandasnya.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
