Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 00.08 WIB

Menko Airlangga Bakal Terbang ke AS Pekan Depan untuk Lanjutkan Negosiasi Tarif Impor Trump

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Nurul Fitriana/Jawapos.com) - Image

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Nurul Fitriana/Jawapos.com)

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah Indonesia akan kembali melanjutkan negosiasi perihal tarif resiprokal yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. 

Ia menyebut, dirinya bersama tim negosiasi akan terbang ke AS pada pekan depan untuk merampungkan negosiasi tarif timbal balik atau resiprokal tarif sebagaimana telah disepakati pada 22 Juli 2025 lalu. 

"Tim akan berangkat minggu depan, dan akan memfinalisasi sesuai dengan Joint Statement yang tertanggal 22 Juli 2025," kata Menko Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/12). 

"Saya akan berangkat juga (ke AS)," tambahnya. 

Meski begitu, Airlangga memastikan bahwa dalam proses negosiasi tidak akan lagi melibatkan Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, pertemuan antara Prabowo dan Trump sudah menghasilkan satu kesepakatan bersama. 

Kendati demikian, Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini, mengatakan bahwa kesepakatan itu belum ditandatangani oleh kedua pihak hingga saat ini. 

"Yang jadi masalah karena belum ditandatangani," jelas Airlangga. 

Itu sebabnya, Airlangga menargetkan pada pertemuan pekan depan, Indonesia dan AS bisa menyepakati hasil kesepakatan pada Juli lalu dalam bentuk Agreement on Resiprocal Tariff (ART). 

"Harapannya kita bisa selesaikan perundingan legal drafting-nya di bulan Desember ini. Dokumennya namanya ART. Agreement on Reciprocal Tariff," tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk mengenakan tarif impor kepada Indonesia sebesar 19 persen, turun dari sebelumnya ditetapkan 32 persen.

Angka ini merupakan hasil akhir dari negosiasi yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan pemerintah AS sejak beberapa pekan terakhir.

Mengutip Reuters, tarif impor AS 19 persen bagi Indonesia ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan angka yang telah ditetapkan bagi Vietnam sebesar 20 persen.

meski demikian, tentu tak ada makan siang gratis. Rupanya pemerintah AS telah menyepakati sejumlah tawaran dengan Indonesia berupa perjanjian pembelian produk untuk memperkecil defisit perdagangan yang selama ini terjadi.

Perjanjian itu terdiri dari, Indonesia setuju untuk membeli produk energi AS senilai USD 15 miliar. Kemudian, membeli produk pertanian Amerika senilai USD 4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing jet.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore