
Jumpa pers festival belanja online tanggal kembar di Jakarta, Rabu (5/11).
JawaPos.com - Demam belanja online setiap tanggal kembar seperti 10.10, 11.11, dan 12.12 kini tak sekadar pesta diskon. Di balik hiruk pikuk promo besar-besaran, momentum ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi digital, terutama bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan platform e-commerce untuk memperluas pasar.
Selama beberapa tahun terakhir, pola konsumsi masyarakat Indonesia terus bergeser ke ruang digital. Festival belanja daring menjadi ajang penting bagi usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan penjualan, membangun loyalitas konsumen, sekaligus menguji daya saing produk lokal di tengah banjirnya barang impor.
Data berbagai platform e-commerce menunjukkan peningkatan transaksi signifikan di luar kota-kota besar. Beberapa wilayah seperti Papua Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Maluku kini mulai mencatat pertumbuhan pesanan yang menyaingi daerah di Jawa.
Menurut Stephanie Susilo, Senior Director Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, tren ini menunjukkan semakin meratanya partisipasi pelaku usaha daerah dalam ekonomi digital.
"Kami melihat peningkatan penjual baru hingga hampir 47 persen selama kampanye tanggal kembar. Ini menandakan semakin banyak UMKM lokal yang percaya diri memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau pasar nasional," ujarnya di jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/11).
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa festival belanja online bukan hanya ajang konsumtif, tetapi juga berperan strategis dalam inklusivitas ekonomi digital. Pelaku usaha kecil kini bisa menjual produknya dari pelosok daerah dengan peluang yang sama besar seperti di kota metropolitan.
Selain itu, pemerintah dan pelaku industri e-commerce sepakat bahwa digitalisasi UMKM merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun ini, ekonomi digital Indonesia diperkirakan berkontribusi 8 persen terhadap PDB, dan bisa naik menjadi 10 persen pada akhir 2025.
Sektor e-commerce masih menjadi motor utama, menyumbang sekitar 72 persen dari total nilai ekonomi digital nasional, yang diproyeksikan mencapai USD 600 miliar pada 2030 berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Namun, tantangannya masih besar. Banyak pelaku usaha di daerah yang belum memiliki literasi digital memadai, terutama dalam hal keamanan transaksi, pengemasan produk, hingga strategi promosi berbasis data.
Setelah resmi bergabung, Tokopedia dan TikTok Shop juga kini memusatkan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha lokal. Kolaborasi keduanya disebut sebagai upaya membangun ekosistem e-commerce yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
