Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 01.50 WIB

Festival Belanja Online Tanggal Kembar: Peluang E-Commerce bagi Pelaku UMKM

Jumpa pers festival belanja online tanggal kembar di Jakarta, Rabu (5/11). - Image

Jumpa pers festival belanja online tanggal kembar di Jakarta, Rabu (5/11).

JawaPos.com - Demam belanja online setiap tanggal kembar seperti 10.10, 11.11, dan 12.12 kini tak sekadar pesta diskon. Di balik hiruk pikuk promo besar-besaran, momentum ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi digital, terutama bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan platform e-commerce untuk memperluas pasar.

Selama beberapa tahun terakhir, pola konsumsi masyarakat Indonesia terus bergeser ke ruang digital. Festival belanja daring menjadi ajang penting bagi usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan penjualan, membangun loyalitas konsumen, sekaligus menguji daya saing produk lokal di tengah banjirnya barang impor.

Data berbagai platform e-commerce menunjukkan peningkatan transaksi signifikan di luar kota-kota besar. Beberapa wilayah seperti Papua Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Maluku kini mulai mencatat pertumbuhan pesanan yang menyaingi daerah di Jawa.

Menurut Stephanie Susilo, Senior Director Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, tren ini menunjukkan semakin meratanya partisipasi pelaku usaha daerah dalam ekonomi digital.

"Kami melihat peningkatan penjual baru hingga hampir 47 persen selama kampanye tanggal kembar. Ini menandakan semakin banyak UMKM lokal yang percaya diri memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau pasar nasional," ujarnya di jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa festival belanja online bukan hanya ajang konsumtif, tetapi juga berperan strategis dalam inklusivitas ekonomi digital. Pelaku usaha kecil kini bisa menjual produknya dari pelosok daerah dengan peluang yang sama besar seperti di kota metropolitan.

Selain itu, pemerintah dan pelaku industri e-commerce sepakat bahwa digitalisasi UMKM merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun ini, ekonomi digital Indonesia diperkirakan berkontribusi 8 persen terhadap PDB, dan bisa naik menjadi 10 persen pada akhir 2025.

Sektor e-commerce masih menjadi motor utama, menyumbang sekitar 72 persen dari total nilai ekonomi digital nasional, yang diproyeksikan mencapai USD 600 miliar pada 2030 berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Namun, tantangannya masih besar. Banyak pelaku usaha di daerah yang belum memiliki literasi digital memadai, terutama dalam hal keamanan transaksi, pengemasan produk, hingga strategi promosi berbasis data.

Setelah resmi bergabung, Tokopedia dan TikTok Shop juga kini memusatkan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha lokal. Kolaborasi keduanya disebut sebagai upaya membangun ekosistem e-commerce yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore