Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Februari 2026, 04.59 WIB

Kisah Cecilia, Penerima Beasiswa Otsus Papua Lulus dari Amerika dan Kembali Bangun Daerah

Cecilia Novani Mehue (kiri) dan Yunita Alanda Monim (kanan). - Image

Cecilia Novani Mehue (kiri) dan Yunita Alanda Monim (kanan).

JawaPos.com - Dua perempuan muda Papua, Cecilia Novani Mehue dan Yunita Alanda Monim, menilai dana Otonomi Khusus Papua di bidang pendidikan perlu dimanfaatkan secara maksimal. Mereka mendorong pemerintah daerah terus memperluas sosialisasi program beasiswa agar semakin banyak anak muda Papua mendapat akses pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Menurut keduanya, pendidikan menjadi kunci penting meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua. Program beasiswa Otsus dinilai dapat membuka kesempatan generasi muda meraih pendidikan tinggi.

Cecilia Mehue menjadi salah satu contoh penerima manfaat program tersebut. Ia berhasil menempuh pendidikan sarjana hingga pascasarjana di Amerika Serikat melalui beasiswa Otsus Papua.

Usai menyelesaikan pendidikan Strata 1 dan Strata 2 di Oregon State University, Cecilia memilih kembali ke tanah Papua. Kini ia mengabdi sebagai anggota DPRP Papua melalui jalur Otsus.

“Saya ini aset hidup otonomi khusus Papua. Jadi saya harus pulang ke Papua untuk membantu masyarakat dalam bentuk apapun,” kata Cecilia saat diskusi Kemendagri di Jakarta, Kamis (29/1).

Cecilia mengungkapkan dirinya memperoleh beasiswa Otsus saat Papua masih dipimpin almarhum Gubernur Lukas Enembe. Ia kemudian menjalani pendidikan di Amerika Serikat selama kurang lebih tujuh tahun.

Selama masa studi, Cecilia aktif dalam kegiatan pemberdayaan mahasiswa Papua di luar negeri. Ia bergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Papua Amerika dan Kanada atau IMAPA.

Di organisasi tersebut, Cecilia bahkan dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden. Organisasi itu menaungi ratusan mahasiswa Papua penerima beasiswa di Amerika dan Kanada.

“Saya ini berasal dari keluarga yang sederhana. Karena itu saya mencari beasiswa untuk sekolah dan pulang membantu orang tua dan masyarakat kami,” ungkap Cecilia.

Sekembalinya ke Papua, Cecilia mulai mengaplikasikan ilmunya melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Ia membuka usaha kafe di Sentani yang mempekerjakan anak-anak muda Papua.

Selain berwirausaha, Cecilia juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat. Ia menjadi dosen kontrak di Universitas Swadiri Jayapura serta terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui yayasan sosial dan kegiatan gereja.

Saat pemerintah pusat membuka seleksi anggota DPRP Papua jalur Otsus periode 2024 sampai 2029, Cecilia ikut mendaftar. Ia kemudian lolos serangkaian seleksi hingga akhirnya terpilih menjadi anggota dewan

“Sebagai anggota Dewan hasil pengangkatan dari jalur Otsus, tugas saya adalah menjaga dan memperjuangan hak-hak adat orang asli Papua agar bisa masuk dalam program pemerintah daerah,” timpalnya.

Berbeda dengan Cecilia, Puteri Indonesia Papua 2023 Yunita Alanda Monim mengaku tidak sempat menikmati program beasiswa Otsus. Ia harus berjuang sendiri menempuh pendidikan karena informasi program tersebut belum banyak diketahui masyarakat saat itu.

“Waktu itu, informasi beasiswa Otsus belum banyak yang tahu karena kurangnya sosialisasi. Makanya banyak anak Papua yang berjuang sendiri menempuh pendidikan demi masa depan,” kata Yunita yang kini berprofesi sebagai penyiar TVRI dan karyawan PT Aneka Tambang di Jakarta.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore