Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Januari 2026, 23.06 WIB

Banjir Tak Kunjung Surut, Status Tanggap Darurat Lamongan Diperpanjang

Tingginya intensitas hujan membuat sejumlah wilayah kota/kabupaten di Jawa Timur terendam banjir. (Septian/ Jawa Pos) - Image

Tingginya intensitas hujan membuat sejumlah wilayah kota/kabupaten di Jawa Timur terendam banjir. (Septian/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Puncak musim hujan terjadi bulan ini (Januari). Tingginya intensitas hujan membuat sejumlah wilayah kota/kabupaten di Jawa Timur terendam banjir. Salah satunya yang terjadi di Kabupaten Lamongan. Sudah sebulan, 2.031 rumah terdampak banjir.
Di mana banjir melanda pada enam kecamatan. Antara lain, Kecamatan Turi, Kalitengah, Lamongan, Karangbinangun, Deket dan Glagah. Tingkat ketigian banjir kerap berubah-ubah, yakni 10 - 59 sentimeter.

"Kalau nggak terjadi hujan, banjir surut menjadi 10 sentimeter. Sedangkan jika terjadi hujan deras, bisa (banjir) bisa di atas itu," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno, kemarin (14/1).

Banjir tak kunjung surut dipicu dari luapan air dari Waduk Begawan Jero. Akibat air tidak bisa dibuang ke Sungai Begawan Solo membuat arus air berbalik ke Begawan Jero dan meluber ke permukiman warga. Kondisi itu membuat Pemkab Lamongan memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorolog hingga 26 Januari mendatang.

Meski begitu, Satriyo menjelaskan kondisi genangan air di kawasan Bengawan Jero terpantau stabil. Untuk mempercepat proses surutnya air, pihaknya menyiagakan langkah-langkah strategis.

​"Dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah terus diaktifkan secara maksimal. Setiap mesin dapat menyedot 10 ribu liter air per detik. Kemudian pintu air kami buka lebar untuk membuang debit air ke saluran utama," ujarnya.

​Selain upaya teknis, bantuan logistik berupa sembako dan kebutuhan dasar telah didistribusikan secara merata ke titik-titik terdampak. Begitu pun pendirian pos kesehatan. Setiap harinya, warga mengecek lakukan pengecekan kesehatan.

Akibat sering terkena banjir, membuat banyak warga mengalami gatal-gatal pada kulit. "Lalu sepatu boots anti air juga diberikan. Sehingga, walaupun banjir mereka tetap bisa beraktivitas," ujarnya.

Satriyo menjelaskan sebagian besar warga di dekat Begawan Jero berprofesk sebagai petambak dan petani. Pada musim hujan, lokasi pada lima kecamatan di Kabupaten Lamongan selalu banjir.

Terutama pada wilayah Desa Laladan, Kecamatan Deket. Sebab, posisi permukiman sangat dekat dengan sungai. Sebab, itu warga telah merasa biasa jika terjadi banjir. Bahkan, banyak warga mempunyai perahu untuk digunakan mobilisasi saat banjir.

"Tapi tahun ini cukup parah. Sebab intensitas hujan jauh lebih tinggi dibandingkan 2024 lalu. Sehingga debit air cukup tinggi," ujarnya.

​Bergeser ke Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Jombang. Hingga kemarin (14/1), banjir berangsur surut. Namun cuaca ekstrem diprediksi masih bisa terjadi. Sebab itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca saat ini masih fluktuatif.
Sebagai antisipasi, lanjut Satriyo tim reaksi cepat terus disiagakan di titik-titik rawan. Termasuk penyiagaan perahu karet di wilayah Gresik guna mengantisipasi kiriman air susulan dari wilayah hulu. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore