Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Desember 2025, 22.12 WIB

Kelompok Mahasiswa Nilai Pemerintah Serius Tangani Banjir Sumatera, Ini Alasannya

Foto udara pegunungan pasca longsor dan banjir Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Biro Setpres) - Image

Foto udara pegunungan pasca longsor dan banjir Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Biro Setpres)

JawaPos.com - Pemerintah dipercaya memiliki keseriusan dalam penanganan banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Sejumlah upaya perbaikan mulai dilakukan untuk memulihkan wilayah terdampak.

Ketua Pengurus Wilayah Sumatera Utara Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI), Irham Sadani Rambe mengatakan, sejumlah elemen pemerintah langsung turun ke lokasi bencana. Mereka mulai bekerja untuk memulihkan wilayah tersebut.

“Dalam kondisi bencana, ukuran kehadiran negara bukan pada janji, tetapi pada kerja nyata. Dari infrastruktur hingga layanan publik dasar, negara terlihat hadir,” ujar Irham, Sabtu (20/12).

Irham mengatakan, sejak hari pertama bencana terjadi, pemerintah bergerak untuk membuka posko pengungsian, memulihkan jaringan komunikasi dan listrik, serta berusaha membuka akses wilayah terisolasi.

Jembatan bailey juga dibangun untuk akses pergerakan bantuan. Jembatan ini dianggap sangat krusial karena bisa menghubungkan transportasi antar wilayah.

“Pemulihan konektivitas adalah fondasi pemulihan sosial. Jembatan Bailey memungkinkan masyarakat kembali bergerak dan aktivitas dasar bisa berjalan,” imbuhnya.

Di sisi lain, aspek pendidikan menjadi hal yang turut diperhatikan. Pihak kementerian terkait telah menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan pemulihan fasilitas pendidikan.

“Bencana tidak boleh memutus masa depan anak-anak. Dukungan kepada guru dan sekolah adalah langkah strategis agar pendidikan tetap berjalan, meskipun dalam kondisi darurat,” jelasnya.

Meski begitu, Irham menyadari masih banyak pekerjaan pemulihan bencana yang belum tuntas. Oleh karena itu, upaya pemulihan harus terus dilakukan.

“Masih ada ruang perbaikan, dan itu wajar dalam penanganan bencana besar. Namun jika bicara soal kehadiran negara, faktanya jelas pemerintah bergerak, bekerja, dan hadir secara nyata bersama masyarakat,” tandasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore