
Dalam waktu dekat Pemkab kembali memulangkan enam anak dari Malaysia. (dok.Disos Gresik)
JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik perlahan memulangkan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Beragam latar belakang pernikahan orang tua membuat mereka tidak memiliki identitas yang jelas. Hal ini berujung pada sulitnya mengakses pendidikan di Negeri Jiran.
Saat ini, sudah ada tiga anak yang tiba di Kota Pudak. Dua balita dan satu anak-anak. Satu anak berasal dari Bawean dan dua dari Kecamatan Dukun. Mereka kini tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). “Oleh Pemkab, mereka akan disekolahkan,” ucap Kepala Dinas Sosial Gresik, dr Ummi Khoiroh.
Tim Dinsos telah melakukan penelusuran terhadap keluarga di Gresik, dan semuanya telah ditemukan. “Ada yang sudah angkat tangan, ada yang mau membiayai sekolah tapi tidak tinggal dengan orang tua,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Pemkab kembali akan memulangkan anak PMI lainnya. Enam anak direncanakan dijemput pekan depan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Zainul Arifin, menyatakan bahwa terdapat enam anak yang masuk kategori rentan dan akan dipulangkan. “Mereka tidak memiliki identitas kewarganegaraan,” tegasnya.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa pemulangan anak-anak PMI ini dilakukan sepenuhnya atas dasar kemanusiaan. Jika dibiarkan di Malaysia tanpa status kewarganegaraan, masa depan mereka akan terancam serius.
“Pemulangan anak PMI ini untuk menyelamatkan generasi mereka. Kita bawa pulang, kita sekolahkan di Gresik. Jika kita apatis atau tidak peduli, bayangkan saja mereka bisa menjadi manusia tanpa kewarganegaraan. Tanpa identitas, mereka tidak bisa bekerja, dikejar polisi karena ilegal, bahkan berisiko menjadi korban human trafficking,” jelasnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menyebutkan bahwa kerjasama telah terjalin dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Meski data sementara menunjukkan sekitar 80 anak, pemulangan dilakukan secara bertahap karena proses administrasi.
“Duta Besar Indonesia di Kuala Lumpur sudah oke, Dubes di Jakarta juga oke. Saya juga sudah bertemu dengan Datuk Duta Malaysia. Beliau bilang misi ini sangat bagus,” tegasnya.
Yani mengungkapkan bahwa birokrasi pemulangan tidaklah mudah. Ia sempat mengusulkan pendirian sekolah bagi anak PMI di Malaysia, namun hal itu tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, pemulangan menjadi opsi paling realistis dan disepakati oleh kedua negara.
“Kita cover semua. Setelah tiba, Dinsos menampung, Dinkes memastikan hak kesehatan mereka, KBPPA memberikan pendampingan psikologis, dan Disdukcapil memproses identitasnya,” terangnya.
Untuk memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah, Pemkab Gresik melibatkan Dinas Pendidikan. Jika mereka ingin mondok, Pemkab Gresik juga telah menjalin MoU dengan RMI.
“Terkait kendala orang tua yang tidak ada, atau salah satunya tidak ada, kita minta Pengadilan Agama untuk mengurusnya. Saya juga sudah mengajak Kepala Pengadilan Agama Gresik dan Panitera untuk melihat langsung kondisi di sana. Pokoknya kita bantu identitasnya,” pungkasnya. (son)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
